Gema Ramadhan di SMPN 1 Pusakanagara: Membasuh Luka dengan Santunan dan Ilmu



Subang | Jubah Sakti– Suasana khidmat menyelimuti lapangan SMPN 1 Pusakanagara pada Jumat, 13 Maret 2026. Bertepatan dengan momen suci bulan Ramadan 1447 Hijriyah, sekolah menyelenggarakan kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu yang dirangkaikan dengan ceramah agama (Mauidhoh Hasanah).


Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata kepedulian keluarga besar sekolah terhadap sesama, sekaligus menjadi ajang penguatan karakter bagi seluruh siswa.


Senyum untuk 33 Bintang Sekolah

Fokus utama acara kali ini adalah pemberian santunan kepada 33 siswa yatim dan piatu yang menempuh pendidikan di SMPN 1 Pusakanagara. Raut wajah bahagia bercampur haru tampak saat para siswa menerima paket santunan yang diserahkan langsung oleh jajaran pimpinan sekolah.


"Bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk melipatgandakan kasih sayang. Kami ingin memastikan bahwa 33 anak-anak kami ini merasakan bahwa mereka tidak sendirian; mereka memiliki keluarga besar di sekolah ini," ujar perwakilan panitia pelaksana.


Siraman Rohani oleh Ust. Dedih Supriadi

Puncak acara diisi dengan penyampaian Mauidhoh Hasanah oleh Ust. Dedih Supriadi. Dalam tausiyahnya yang interaktif dan menyentuh, beliau menekankan pentingnya menjaga kemuliaan diri dan semangat belajar meski dalam keterbatasan.




Beberapa poin penting yang disampaikan Ust. Dedih Supriadi antara lain:


Keutamaan Memuliakan Anak Yatim: Mengingat janji Rasulullah SAW tentang kedekatan kedudukan penyantun anak yatim di surga.


Kekuatan Doa di Bulan Ramadan: Mengajak seluruh siswa untuk memperbanyak ibadah dan mendoakan orang tua.


Resiliensi Siswa: Memotivasi para siswa agar tetap berprestasi dan tidak berkecil hati dalam menjalani hidup.



Membangun Karakter Melalui Berbagi

Melalui kegiatan ini, SMPN 1 Pusakanagara berharap dapat menanamkan nilai empati kepada seluruh warga sekolah. Ramadan 1447 H ini menjadi momentum transformasi diri, di mana kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan kecerdasan spiritual dan sosial.


Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadzah Titin Sumartini, memohon keberkahan untuk kemajuan sekolah dan keselamatan bagi seluruh siswa, terutama para penerima santunan.

No comments:

Post a Comment

Pages