Ilustrasi siswa SPMB

Portal SPMB Kabupaten Subang Jenjang SMP

SEDANG BERLANGSUNG

Tahap I Prestasi : 01-12 Juni 2026

1
Hari
17
Jam
27
Menit
30
Detik
Jalur Pendaftaran
Setiap jalur punya fokus seleksi dan kuota yang berbeda. Pilih jalur untuk melihat detail berkas.
Domisili
Domisili

Berdasarkan alamat di Kartu Keluarga (KK) atau Surat Keterangan Domisili, dengan prioritas jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah.

Maksimal: 40%
Afirmasi
Afirmasi

Untuk calon murid baru dari keluarga ekonomi tidak mampu berdasarkan Data SEN, serta calon murid penyandang disabilitas.

Maksimal: 25%
Prestasi
Prestasi

Untuk prestasi akademik (SHTKA & rapor, sains, teknologi), non-akademik (seni, olahraga), dan keagamaan.

Maksimal: 30%
Mutasi
Mutasi

Untuk calon murid baru karena perpindahan tugas orang tua/wali, serta anak guru atau tenaga kependidikan.

Maksimal: 5%

Amanat Pembina Upacara Oleh Penyuluh Agama KUA Kecamatan Pusakanagara



www.smpn1pskn.sch.id


Ratu Sakti | SMPN 1 Pusakanagara Kabupaten Subang. 


Senin, 22 September 2025.

Oleh : Admin www.smpn1pskn.sch.id


Terik mentari pagi bersinar, menerangi halaman sekolah hingga menembus jendela kelas dan menyinari kegelapan.


Sinarnya menyapa, hangat terasa, Membangunkan semangat di setiap dada guru dan murid. Mereka bergerak serempak merapatkan barisan untuk mendisiplinkan diri dan menumbuhkan rasa nasionalisme.



Kepala sekolah : Mochamad Epih Sumaryadi, M.Pd. dan Wakasek kesiswaan : Agus Syarip Hidayat, S.Pd. menyabut kedatangan penyuluh agama : Izzudin Fu'ad, M.H. dan staf KUA : Rosyid, S.Pd.I. dari KUA Kecamatan Pusakanagara.

Di balik seragam putih dan biru, Terukir cita-cita yang takkan layu dan Langkah kecil menuju gerbang ilmu, Meniti jalan harapan di setiap waktu. Mereka tegak berdiri hormat pada sang merah putih sebagai bukti penerus perjuangan negeri ini.



Suara mereka senyap dan penuh khidmat dengar Sepatah kata amanat pembina upacara dari Penyuluh Agama oleh Izzudin Fu'ad, M.H. bahwa " Ada dua lembaga survei yang memprediksikan pada tahun 2030 Ekonomi Indonesia akan tumbuh maju dan hal itu seirama dengan target bangsa ini, tahun 2045 akan menjadi Indonesia Emas". 




Beliau juga berharap bahwa "Sebagai pelajar harus bisa merubah pola pikir atau mindset bahwa budaya dan sosial ekonomi bukan lagi sebagai alasan untuk melakukan pernikahan dini seperti apa yang telah menjadi tradisi orang-orang tua kita dahulu khususnya telah terjadi pada kaum perempuan. Mereka beranggapan bahwa anak perempuan menikah dini itu lebih baik dan bisa mengurangi beban keluarga". 


Mungkin, karena belum ada aturan batasan usia seseorang boleh menikah. Dan itu telah terjadi pada orang-orang tua dulu. Justru.saat ini, pernikahan dini akan berdampak pada budaya, sosial dan ekonomi yang buruk karena ketidak matangan mental dan psikologi seseorang dalam rumah tangga. Ujarnya dalam sepatah kata amanat pembina upacara tersebut.


Sang mentari pun mulai terasa sedikit menyengat. Sepatah kata amanat pembina upacara pun telah ditutup dengan kata salam dan rangkaian upacara pun terus berlanjut hingga prosesi upacara bendera juga ditutup dengan doa.


Semoga perjalanan kita khususnya pelajar SMPN 1 Pusakanagara tertanam mindset dam mental yang baik hingga bisa menjaga pergaulan dengan baik.. Karena saat ini pergaulan yang buruk merupakan salah satu faktor penyebab melakukan pernikahan dini. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari hal-hal yang buruk. Aamiin 🤲 


No comments:

Post a Comment

Pages